Sekarang ini kita liahat dan kita rasakan: begitu banyak muncul dan berkembang generasi yang tidak memiliki kepribadian yang islami. Maka terjadilah berbagai kasus yang amat mengkhawatirkan bagi perkembangan generasi muda itu sendiri, sebagai contoh:

SEMINAR TENTANG METODE MASJID COPY PASTE DI MASJID DAARUSSALAM CIMANGGIS DEPOK
dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi tawuran pelajar dari satu sekolah ke sekolah lainnya tanpa ada tanda tanda akan berakhir.
Bahkan sudah banyak diantara mereka yang tewas secara mengenaskan, dan yang amat memperhatikan lagi, tawuran ini tidak hanya terjadi dikalangan pelajar tapi juga sudah merembet ke mahasiswa, penggunaan obat-obatan telarang juga semakin banyak terjadi.
Mulai dari pil BK,koplo,nipan sampai ekstasi dan puttawa, begitu juga dengan minumah keras, dan yang amat memperhatikan adalah kasus kasus pergaulan bebas yang mengakibatkan terjadinya perzinahan dan masih banyak lagi kasus kasus generasi kita yang rusak kalau harus disebutkan satu persatu.
Generasi semacam ini tidak bisa terlalu banyak diharapkan untuk bisa berperan aktif dalam pembangunan masyarakat yang islami. Oleh karna itu pengkaderan dan pembentukan generasi yang Qur’ani menjadi sesuatu yang sangat mendasar.
Generasi Qur’ani adalah generasi yang dalam sikap, ucapan dan tindakannya selalu berdasarkan nilai-nilai yang terdapat dalam AL-Qur’an. secara garis besar, dalam kesempatan yang singkat ini perlu kita bahas ciri-ciri dari generasi Qur’ani yang minimal harus ada dalam kepribadiannya sehingga acuan bagi kita dalam pengkaderan dan pembentukannya.

KETUA P2EKOMAS BERKOLOBORASI DENGAN BADAN USAHA MILIK MASJID (BUMM) USTADZ VALENTINO DINSI DIMASJID DARUSSALAM KOTA WISATA CIBUBUR
Sekurang-kurangnya ada tiga ciri pokok yang terdapat dalam kepribadian generasi Qur’ani itu dan ini berarti ciri ciri ini juga harus ada pada diri kita masing-masing. karena kita juga ingin tergolong kedalam kelompok generasi Qur’ani. Pertama adalah selalu merasa dekat kepada Allah Subhanahu wa ta ala sehingga dia selalu merasa diawasi oleh Allah yang membuat dia tidak berani menyimpang dari jalannya.
Karena begitu penting memiliki perasaan dekat kepada Allah, maka ada perintah allah kepada kita untuk taqarrub atau mendekatkan diri kepadannya.
Membangun Generasi Qur’ani: Sebuah Tantangan dan Peluang
Konsep generasi Qur’ani merujuk pada individu yang tidak hanya memahami Al-Qur’an secara tekstual, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai luhur di dalamnya ke dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era globalisasi, membangun generasi Qur’ani menjadi semakin penting untuk menjaga identitas dan moralitas bangsa.
Mengapa Membangun Generasi Qur’ani Penting?
- Menjaga Identitas: Al-Qur’an menjadi pedoman hidup yang kokoh, membentuk karakter dan jati diri yang kuat.
- Membentuk Moralitas: Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan kasih sayang diajarkan secara komprehensif dalam Al-Qur’an.
- Menyiapkan Generasi Masa Depan: Generasi Qur’ani diharapkan menjadi pemimpin yang bijaksana dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Strategi Membangun Generasi Qur’ani
- Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini:
- Mulai dari keluarga: Orang tua berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak anak masih kecil.
- Pendidikan formal: Integrasikan pembelajaran Al-Qur’an ke dalam kurikulum sekolah.
- Pendidikan non-formal: Adakan kegiatan ekstrakurikuler seperti tahfidz, kajian Al-Qur’an, dan lomba-lomba keagamaan.
- Menjadikan Al-Qur’an sebagai Gaya Hidup:
- Contoh teladan: Orang tua, guru, dan tokoh masyarakat menjadi role model dalam mengamalkan Al-Qur’an.
- Lingkungan yang mendukung: Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan mengamalkan Al-Qur’an.
- Teknologi: Manfaatkan teknologi untuk memudahkan akses kepada Al-Qur’an dan kajian-kajian terkait.
- Penguatan Nilai-nilai Karakter:
- Pendidikan karakter: Kembangkan program pendidikan yang fokus pada pembentukan karakter mulia.
- Keteladanan: Tunjukkan contoh nyata dalam berinteraksi dengan orang lain berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an.
- Evaluasi diri: Dorong individu untuk selalu melakukan evaluasi diri dan memperbaiki diri.