وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ ٧
Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. 5:77)
Banyak yang bertanya atau ada sebuah pertanyaan di benak atau di hati. Kapankah kehidupan akhirat itu dimulai? Ada yang menyampaikan bahwa kehidupan di akhirat itu ya nanti setelah kita mati. Tapi, sejatinya bukan begitu. Kehidupan akhirat itu adalah sekarang.

MENGAJARKAN MENANAM POHON POHON KEBAIKAN KEPADA ANAK – ANAK SEJAK DINI
Mengapa bisa begitu? Karena kalau kita sudah mati, kita tidak bisa lagi untuk berupaya mempersiapkan kehidupan akhirat kita. Justru di kala kita mati nanti, saatnya kita istirahat untuk memetik buah dari pohon-pohon kebaikan yang kita tanam saat kita masih hidup.
Nah, kalau namanya menanam pohon mangga, kita menanamnya dari bibit atau dari benih tentu butuh waktu untuk pohon ini besar, kemudian berbuah. Itupun buah pertama itu belum bisa kita petik, jadi perlu latihan berbuah sehingga buahnya lebat. Adakalanya berbuah, adakalanya tidak berbuah.
Kita perlu menanam pohon yang banyak, agar ketika satu mangga tidak berbuah, masih ada pohon mangga yang lain yang In Syaa Allah akan berbuah. Nah, analogi itu juga sama di kehidupan akhirat.

Kalau kita menyampaikan bahwa kehidupan akhirat itu adalah kehidupan setelah mati, ya telat. Kita tidak bisa lagi untuk menanam pohon mangga lagi. Kalaupun bisa, berbuahnya pun lama. Ada ayat Allah Swt. dalam Al-Qur’an “Seandainya diberikan kesempatan kembali ke dunia itu, ingin kembali ke dunia untuk sedekah, untuk infaq. Itu sebuah tadabbur yang bisa kita petik di situ.
Ya begitulah, kapan kehidupan akhirat itu dimulai? Yaitu pada saat nanti kita meninggal. Tapi sekarang, kita harus sudah berjalan di akhirat. Dari sekarang, kita menanam pohon-pohon kebaikan di berbagai tempat agar nanti pada saat kita meninggal, itu pohon sudah cukup kuat untuk berbuah dan jangan hanya satu, perbanyak dan di manapun sehingga ketika kita sudah meninggal, kita bisa memanennya. Di situlah kehidupan akhirat yang hakiki, In Syaa Allah Swt. Kita akan memanen hasil pohon kebaikan yang kita tanam. Jadi, kapankan kehidupan akhirat itu? Kehidupan akhirat adalah detik ini.

KUNJUNGAN DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN BEKASI KE KANTOR LEBAGA FIKRUL AKBAR
Surat Al-Qashash Ayat 77
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Alhamdulillah. Selamat menjalani kehidupan akhirat sekarang. #99jurusbisnislangit. Penulis: Ponco Waluyo